PENGARUH UMUR DAN JARAK EKSUDASI AKAR TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) TERHADAP RESPIRASI TANAH DAN BIOMASSA KARBON MIKROORGANISME (C-MIK) TANAH
PADA TANAH ULTISOL
Oleh
Andri Pramono1; Ainin Niswati2; dan Sri Yusnaini2
ABSTRAK
Tanah merupakan media tumbuh bagi tanaman yang di dalamnya terdapat akar tanaman dan berbagai macam mikroorganisme. Mikroorganisme dalam tanah biasanya terkonsentrasi pada daerah sekitar perakaran karena akar mengeluarkan beerbagai sekresi yang disebut dengan eksudat. Akar tanaman dan mikroorganisme tanah berinteraksi dalam penyerapan unsur hara yang terjadi di rizosfer. Interaksi yang terjadi setiap panjang akar dan umur tanaman berbeda-beda sehingga pemberian unsur hara tambahan yang akan diberikan harus dilakukan pada kondisi yang tepat. Dengan kondisi ini tanaman dapat tumbuh dan berkembang menghasilkan produksi yang optimal. Sampai saat ini informasi mengenai sampai sejauh mana eksudat akar masih berpengaruh terhadap aktivitas mikroorganisme tanah di rizosfer masih sedikit. Aktivitas mikroorganisme dapat diketahui dengan mengukur respirasi dan biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh eksudasi akar jagung (Zea mays L.) terhadap respirasi dan biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) tanah pada tanah Ultisol Taman Bogo.
Penelitian dilakukan di rumah kaca Fakultas Pertanian Universitas Lampung yang dilaksanakan pada bulan Agustus sampai November 2005. Penelitian ini dilakukan dengan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan tiga ulangan. Perlakuan terdiri dari Petak Utama : Umur 2 minggu setelah tanam (mst), 4 mst dan 7 mst dan anak petak teriri ari jarak 0-10 cm dari pusat perakaran (dpp), 10-20 cm dpp, an jarak >20 cm dpp. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) respirasi tanah dan biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) nyata menurun dengan bertambahnya jarak dari pusat perakaran baik pada umur 2 mst maupun 4 mst; (2) terdapat peningkatan nilai respirasi dan biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) dengan bertambahnya jarak pada fase vegetatif maksimum (7 mst). Nilai biomassa karbon (C-mik) tanah mendekati dua kali nilai respirasi tanah. Terdapat korelasi positif yang nyata antara respirasi tanah dengan C-mik dan C-organik.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah : (1) Nilai Respirasi dan biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) menurun dengan bertambahnya jarak dari pusat perakaran baik pada umur 2 mst dan 4 mst, kecuali pada umur 7 mst. (2) nilai biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) tanah mendekati dua kali nilai respirasi tanah; (3) respirasi tanah nyata dipengaruhi oleh biomassa karbon mikroorganisme (C-mik) dan C-organik

