RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI ALAT PENCETAK MI TAPIOKA SISTEM ULIR TUNGGAL

Posted on 06 July 2009 by admin

RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI ALAT PENCETAK MI TAPIOKA SISTEM ULIR TUNGGAL

line orange right   RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI ALAT PENCETAK MI TAPIOKA SISTEM ULIR TUNGGAL

author   RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI ALAT PENCETAK MI TAPIOKA SISTEM ULIR TUNGGAL Oleh: Sri Waluyo, STP., M3E
Lembaga Penelitian
Dibuat: 2007-12-07 , dengan 1 file(s).

Keywords: UJI PERFORMANSI ALAT PENCETAK,MI TAPIOKA SISTEM ULIR TUNGGAL
Subject: Teknologi pangan
Call Number: 664.02 Wal r c.1

Ringkasan

Mi merupakan produk makanan yang cukup populer dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia saat ini. Konsumsi mi Indonesia tercatat terbesar keduta setelah RRC. Ada beberapa kelebihan mi dibandingkan dengan bahan pangan utama lainnya, antara lain adalah kandungan nutrisinya yang cukup lengkap rasanya yang khas dan dapat dikemas dalam bentuk yang praktis.

Kendala yang dihadapi pengembangan industri mi di dalam negri hingga saat ini adalah bahan baku mi (tepung terigu) yang masih harus diimpor, sehingga biaya produksi mi menjadi sangat mahal. Usaha pembuatan mi dari tepung tapioka sebetulnya sudah diusahakan secara tradisional oleh masyarakat. Namun demikian masih dalam skala produksi dan pangsa pasar yang terbatas. Kendala utama yang dihadapi produsen
mi tersebut adalah masih terbatasnya tingkat penerimaan konsumen terhadap produk mi
yang dihasilkan, produk cepat menurun mutunya, serta margin keuntungan yang kecil.
Penelitian yang mencoba atasi persoalan-persoalan ini dari sisi teknologi belum banyak
dilakukan. Atas dasar latar belakang ini, penelitian ini mencoba membuat rancangbangun alat pembuat mi dengan metode pengumpanan kontinyu.

Penelitian bertujuan untuk membuat rancangbangun alat pembuat mi basah
ulir tunggal dengan sistem pengumpanan kontinyu; b) mengetahui pengaruh kecepatan putar (RPM) terhadap karakteristik mi basah yang dihasilkan, dan c) menilai performa alat rancangan didasarkan atas nilai ekonomi, efisiensi energi, dan kapasitas produksi. Alat dirancang dengan sistem pengumpanan kontinyu melalui ekstruder dengan ulir tunggal. Pengujian performa alat dilakukan dengan dua perlakuan, yakni variasi
RPM dan komposisi penyusun ‘ mi. Hasil uji performansi terhadap alat hasil rancangbangun diperoleh kapasitas kerja alat berkisar antara 10 – 15 kg/jam dengan efisiensi energi 0,6 – 0,9. Hasil pengujian terhadap karakteristik mi yang dihasilkan menunjukkan bahwa kadar air
adonan menentukan karakteristik mi yang dihasilkan. Kadar air akan berpengaruh
terhadap koefisien rehidrasi, rasio pengembangan dan kerapatan mi. Semakin tinggi kadar air yang terkandung dalam mi maka koefisien rehidrasinya semakin rendah. Hal ini terkait dengan hukum keseinibangan massa dimana massa air akan selalu mengalir inenuju ke titik dimana kandungan airnya lebih rendah hingga mencapai keseimbangan
atau kapasitas maksimumnya. Koefisien rehidrasi mi tapioka hasil penelitian berada pada kisaran 0,033 — 0,264. Dilihat dari nilai kerapatannya, diperoleh bahwa niiainya berkisar antara 830 — 1380 kg/m 3 . Kerapatan mi pada komposisi tepung teriga dan tepung tapioka 8 : 2 memberikan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan pada
komposisi yang lain (Gambar 3). Demikian juga pada RPM 56 menghasilkan kerapatan mi lebih tinggi dibandingkan dengan RPM 35 dan 72. Nilai rasio pengembangan mi tidak secara konsisten dipengaruhi oleh komposisi maupun RPM. Ini diduga karena nilai pengukurannya sangat dipengaruhi oleh kondisi kadar air mi yang dihasilkan. Kisaran nilai rasio pengembangan adalah 1,04 — 1,11 yang menunjukkan mi yang
dihasilkan tidak banyak mengalami pengembangan dari ukuran nosel. Dari uji organoleptik, semakin berkurang komposisi tepung terigu semakin
disukai konsumen. Dari kehalusan permukaan dan kelengketan pada komposisi 8 : 2 tidak berbeda dengan pada komposisi 9 : 1. Namun demikian seear’ u_irnun !-ualitas nil yang dihasilkan masih memiliki skor yang rendah.

Translation:

SUMMARY

Noodle is a popular meal product and is consumed by many people in Indonesia at recent time. Indonesia’s demand for noodle is number second after RRC. There are some advantages of noodle compared with other food materials. One
example is its nutrition that is complete enough, typical taste, and practically
packing.

Constraint for noodle industries development till this time is that raw material (whole-wheat) still have to be imported, so that production cost for noodle become expensive. Making noodle from tapioca flour actually has been traditionally performed in small- scale home industries with limited marketing. The major
constraint for tapioca noodle is the consumer lower acceptance level, fast deterioration its quality, and small profit margin. This research is directed to overcome this problem from technological side. Design for noodle maker with
continuously feeding is proposed.

The purposes of this research were a) to design the single screwed noodle maker with continuously feeding; b) to understand the speed effect (RPM) to the physical characteristic of wet noodle, and c) to justify machine performance in term of economic value, energy efficiency, and production capacities.

The machine was designed with continuously feeding through single screwed extruder. The performance testing was conducted with two treatments, namely RPM variation and noodle compiler composition.

Results of this research showed that working capacity of the machine range between 10 and 15 kg/hour with energy efficiency of 0,6 – 0,9. Result also showed that water content of noodle dough affected characteristic of noodle. Water content affected re-hydration coefficient, development ratio, and density of noodle. The
higher the water content, the lower the re-hydration coefficient. This was related to
mass balance principle in which water mass flown toward to the lower moisture content so that the equilibrium condition was reached. The re-hydration coefficient of noodle ranged of 0,033 – 0,264, while its density was 830 – 1380 kg/m 3 . At the composition of wheat flour and tapioca flour 8 by 2, yielded noodle with higher
value compared with the other compositions. This is also true for RPM of 56 compared with RPM 35 and 72. The development ratio of noodle was not
consistently influenced by RPM and noodle composition. The very sensitivity of
noodle to water content maybe explained this phenomenon. The value of development ratio for noodle ranged from 1,04 to 1,11 which indicated that that noodle did not develop from its nozzle size.

dot   RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI ALAT PENCETAK MI TAPIOKA SISTEM ULIR TUNGGAL Hubungi kami:

dot   RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI ALAT PENCETAK MI TAPIOKA SISTEM ULIR TUNGGAL DL Name: Lampung University Library dot   RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI ALAT PENCETAK MI TAPIOKA SISTEM ULIR TUNGGAL
PublisherID: LAPTUNILAPP
Organization: Lampung University
Contact: Perpustakaan Universitas Lampung
Address: Jl.Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1
City: Bandar Lampung
Region: Lampung
Country: Indonesia
Phone: 62-721-706352
Fax: 62-721-706351
Admin Email: dedi[at]unila.ac.id
CKO Email: library[at]unila.ac.id
box relation bottom   RANCANGBANGUN DAN UJI PERFORMANSI ALAT PENCETAK MI TAPIOKA SISTEM ULIR TUNGGAL

Comments (0)

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline