| PENGGUNAAN SENG ORGANIK DAN POLYUNSATURATED FATTY ACID DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERSEDIAAN SENG, PERTUMBUHAN KAMBING SERTA KANDUNGAN OMEGA-3 DAGING KAMBING |
|
|
![]() |
Oleh: Muhtarudin, Dr. Ir. M.S. Lembaga Penelitian Dibuat: 2007-12-12 , dengan 1 file(s). |
Keywords: DAGING KAMBING,PENGGUNAAN SENG ORGANIK, POLYUNSATURATED FATTY ACID
Subject: kambing
Call Number: 636.3 Muh p c.1
ABSTRAK
Kandungan seng (Zn) di Indonesia umumnya rendah. Suplementasi Zn sangat diperlukan untuk menghindari defisiensi Zn pada ternak. Selain
dipengaruhi oleh konsumsi Zn absorbsi Zn juga dipenganthi oleh sumber Zn yang digunakan. Penggunaan Zn dalam bentuk organik (sabun Zn/Zn-polyunsaturated fatty acids/Zn-PUFA) akan menghasilkan ketersediaan Zn lebih baik
dibandingkan dalam bentuk anorganik. Lisin merupakan salah satu asam amino pembatas, jika dibuat kompleks dengan Zn dan polyunsaturated fatty acis/PUFA dapat bennanfaat ganda. Lisin-Zn-PUFA tahan degradasi dalam rumen dan Zn
dapat memacu metabolisme pascarumen dan peningkatan produksi sapi perah. PUFA sebagai asam lemak rantai panjang dapat juga berperan menerunkan kadar lemak dan kolesterol serta dapat meningkatkan omega-3 dan omega-6 fosfolipid
daging kambing.
Tujuan jangka panjang penelitian ini adalah peningkatan produksi kambing melalui suplementasi Zn organik dan perbaikan nutrisi protein. Suplementasi Zn organik akan meransang pertumbuhan bakteri rumen dan metabolsime dalam tubuh. Target khusus tahun pertama adalah pemantapan teknik produksi suplemen Zn-PUFA, Zn-lisinat, dan lisin-Zn-PUFA, serta Znproteinat.
Suplemen Zn-PUFA, Zn-lisinat, dan Lisin-Zn-PUFA akan dibuat dari ZnC12 Lisin-HCI, dan minyak ikan lemuru (limbah pengalengan ikan sarden).
Sedangkan suplemen Zn-proteinat akan dibuat melalui suplemen beberapa level Zn ke dalam medium fermentasi. Efektifitas suplemen akan diuji secara in vivo dengan menggunakan 20 ekor kambing muda untuk menertnkan kecemaan,
keseimbangan neraca nitrogen, dan ketersediaan (hioavailability) Zn dalam pencernaan temak, serta pengujian suplemen tersebut terhadap nutrisi protein dan pertumbuhan kambing serta kualitas daging (kandungan lemak, kolesterol, LDL, HDL. dan kandungan omega-3 daging kambing). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan kelompok 5×4, menggunakan 5 perlakuan dan 4 ulangan sebagai kelompok, pengelompokan berdasarkan bobot badan. Perlakuan terdiri dari RI = Ransum basal, R2 = Ransum basal + Zn-lisinat, R3 = Ransum basal + Zn-PUFA, R4 = Ransum basal + lisin-Zn-PUFA, dan R5 = Ransum basal + Zn-proteinat.
Target khusus tahun kedua adalah penentuan tingkat Zn-organik yang terbaik ditinjau dari pertumbuhan dan kualitas daging. Uji coba pada kambing dengan menggunakan hasil terbaik dari perlakuan tahun pertama. Perlakuan tahun
kedua akan dilakukan pada 20 ekor kambing yang sedang tumbuh. Kambingkambing tersebut akan dibagi tnenjadi 5 kelompok berdasarkan bobot badan. Perlakuan yang dicobakan adalah tingkat penggunaan Zn organik yaitu R1 =
Ranstun basal, R2 = Ransum basal + 10 ppm Zn Organik, R3 = Ransum basal + 30 ppm Zn Organik, R4 = Ransum basal + 40 ppm Zn Organik, R5 = Ransum basal + 50 ppm Zn Organik. Evaluasi perlakuan dilakukan berdasarkan pengaruhnya terhadap pertambahan bobot badan, parameter rumen, parameter metabolit, kandungan lemak dan kolesterol daging serta kandungan omega-3
daging kambing.
Hasil penelitian tahun pertama didapat bahwa Zn-PUFA dan lisin-Zn- PUFA dapat meningkatkan nilai WA dan NH3 juga menurunkan populasi
protozoa rumen, yang berpengaruh positif terhadap perkembangan bakteri rumen.
Nilai retensi N, dan Retensi N/Konsumsi N pada perlakuan Zn-PUFA dan lisin- Zn-PUFA. Semakin tinggi nilai WA, NH3, retensi N, dan retensi N/konsumsi N maka semakin tinggi juga aktivitas metabolisme rumen dan metabolisme protein
dalam tubuh. Perlakuan Zn-PUFA dan lisin-Zn-PUFA menghasilkan nilai kolesterol, LDL, dan HDL yang rendah dibandingkan perlakuan lainnya. Nilai
PBB, persentase karkas, dan persentase daging tertinggi didapat pada perlakuan lisin-Zn-PUFA. Perlakuan Zn-lisinat, Zn-PUFA menghasilkan berat loin yang tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Perlakuan Zn-lisinat, Zn-PUFA, dan lisin-
Zn-PUFA mempunyai nilai persentase lemak loin yang lebih rendah dibandingkan perlakuan lainnya. Namun, persentase protein daging. tidak dipengaruhi oleh perlakuan yang dicobakan. Pada parameter produksi dan kualitas daging narnpak
perlakuan lisin-Zn-PUFA lebih baik dibandingkan perlakuan Zn-PUFA. Berdasarkan pertimbangan tersebut dapat direkomendasikan bahwa perlakuan
lisin-Zn-PUFA merupakan suplemen yang terbaik.
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||


