ABSTRAK
PENGEMBANGAN LKS KIMIA BERBASIS LINGKUNGAN PADA
MATERI POKOK SISTEM KOLOID KELAS XI IPA3
SMA PERINTIS 1 BANDAR LAMPUNG
Oleh
Nia Susanti
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru kimia kelas XI IPA3¬ SMA Perintis 1 Bandar Lampung diperoleh bahwa nilai rata-rata siswa pada materi pokok sistem koloid Tahun Ajaran 2006-2007 masih rendah. Hal ini dikarenakan pada saat proses belajar mengajar berlangsung, siswa selalu diberikan pembelajaran dalam bentuk teori-teori dan jarang sekali melakukan praktikum karena minimnya alat dan bahan di laboratorium. Salah satu solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan menggunakan model praktikum berbasis lingkungan, dimana pelaksanaannya menggunakan alat dan bahan yang mudah diperoleh dari lingkungan sekitar siswa sebagai sarana pembelajaran. Model praktikum ini berupa LKS yang berisi: prosedur kerja, lembar pengamatan, dan lembar pertanyaan.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tingkat keterbacaan LKS kimia; (2) tingkat keterlaksanaan praktikum; (3) tingkat keternilaian LKS kimia berbasis lingkungan. Data yang digunakan adalah data kualitatif, yang diperoleh
melalui angket. Pengolahan data tersebut menggunakan teknik penskoran.
Hasil penelitian ini yaitu: (1) persentase tingkat keterbacaan LKS adalah sangat tinggi yaitu sebesar 80,30% yang berarti bahwa siswa mampu membaca dan mampu menyerap pesan yang terkandung dalam LKS tersebut. (2) persentase tingkat keterlaksanaan LKS adalah sangat tinggi yaitu sebesar 88,10%, yang berarti bahwa siswa mudah melaksanakan kegiatan yang terdapat dalam LKS.
(3) persentase tingkat keternilaian LKS sebesar 87,72%, yang berarti guru lebih mudah menilai hasil kerja siswa dengan menggunakan LKS.
Kata kunci: Pengembangan, lembar kerja siswa, berbasis lingkungan.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka kesimpulan yang didapat oleh peneliti adalah sebagai berikut:
1. Persentase tingkat keterbacaan yaitu 80,30% dengan kriteria sangat tinggi. Artinya sebagian besar siswa mampu menyerap pesan yang terkandung dalam LKS yang telah diterapkan.
2. Persentase tingkat keterlaksanaan yaitu 88,10% dengan kriteria sangat tinggi, artinya sebagian besar siswa mampu mengerjakan LKS dengan sangat baik.
3. Persentase tingkat keternilaian yaitu 87,72% dengan kriteria sangat tinggi, artinya guru kimia mudah menilai hasil pekerjaan siswa dalam LKS kimia berbasis lingkungan.
B. Saran
1. Lembar kerja siswa ini sebaiknya dijadikan sebagai model yang dapat diterapkan secara lebih meluas dan dikembangkan lebih jauh lagi oleh guru kimia maupun peneliti lain.
2. Lembar kerja siswa ini sebaiknya digunakan sebagai alternatif pembelajaran materi kimia lain yang sesuai.

