Archive | EKONOMI

Indikasi Manajemen Laba Sebelum dan Setelah Pergantian Manajemen Puncak (Studi Empiris pada BUMN Indonesia)

Posted on 07 July 2009 by admin

Indikasi Manajemen Laba Sebelum dan Setelah Pergantian Manajemen Puncak (Studi Empiris pada BUMN Indonesia)

line orange right   Indikasi Manajemen Laba Sebelum dan Setelah Pergantian Manajemen Puncak (Studi Empiris pada BUMN Indonesia)

author   Indikasi Manajemen Laba Sebelum dan Setelah Pergantian Manajemen Puncak (Studi Empiris pada BUMN Indonesia) Oleh: Fajar Gustiawaty Dewi, S.E., M.Si., Akt., Dkk.
Lembaga Penelitian
Dibuat: 2007-12-12 , dengan 1 file(s).

Keywords: Iaba, discretionary accruals, pergantian manajemen puncak
Subject: Menejemen keuangan
Call Number: 658.15 Dew i c.1

ABSTRAK
Manajemen laba (earnings management) merupakan cara yang digunakan manajer
untuk mempengaruhi angka laba, balk dengan maksud meningkatkan Iaba ataupun
menurunkan laba. Tindakan ini boleh dilakukan, karena sampai saat ini standar
akuntansi memberikan kebebasan kepada manajer untuk memilih metoda yang
akan digunakan.
Penelitian ini menggunakan proksi discretionary accruals (abnormal accruals)
dalam model modifikasi-Jones untuk mendeteksi adanya manajemen laba pada
perioda sebelum dan setelah pergantian manajemen puncak. Peneliti berharap
bukti empiris yang didapat dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi
pemerintah (sebagai pemilik BUMN), investor serta dunia akademik.
Penelitian yang mengambil sampel 12 BUMN yang terjadi pergantian
manajemen puncak pada tahun 1998 ini, menghasilkan bahwa tidak terdapat
perbedaan Iaba pada perioda sebelum dan setelah pergantian manajemen puncak.
Hal ini bisa dipengaruhi oleh faktor ekstemal, dimana kondisi perekonomian
Indonesia pada tahun pengamatan berada pada masa krisis. Hasil pengujian
hipotesis kedua menunjukkan bahwa discretionary accruals pada perioda sebelum
dan setelah pergantian manajemen puncak tidak berbeda secara signifikan. Akan
tetapi, nilai mean negatif discretionary accruals pada perioda sebelum pergantian
menunjukkan bahwa manajer tidak terbukti ingin meningkatkan laba. Sebaliknya
nilai mean positif pada perioda setelah pergantian menunjukkan bahwa manajer
ingin segera dinilai balk prestasinya dengan cara meningkatkan laba. Hasil
pengujian one-way Anova untuk hipotesis ketiga menunjukkan bahwa discretionary
accruals pada perioda sebelum pergantian manajemen puncak tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara BUMN yang terjadi pergantian dengan BUMN
yang tidak terjadi pergantian dan swasta yang terjadi pergantian. Bukti ini
menunjukkan bahwa manajer tidak terdorong untuk meningkatkan laba pada akhir
masa jabatannya. Hal ini tidak konsisten dengan bonus plan hypothesis, tetapi
konsisten dengan penelitian Murphy dan Zimmerman (1993) dan Pourciau (1993).
Sedangkan pada perioda setelah pergantian manajemen puncak, pengujian
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan discretionary accruals secara signifikan
antara BUMN yang terjadi pergantian dan kedua grup kontrol, terutama antara
BUMN yang terjadi pergantian dan swasta yang terjadi pergantian. Hal ini mungkin
disebabkan oleh perilaku manajer yang berbeda. Pada perusahaan swasta
kelihatannya manajer ingin menurunkan laba (nilai mean negatif) dengan harapan
pada perioda selanjutnya dapat menggambarkan trend yang meningkat.

dot   Indikasi Manajemen Laba Sebelum dan Setelah Pergantian Manajemen Puncak (Studi Empiris pada BUMN Indonesia) Hubungi kami:

dot   Indikasi Manajemen Laba Sebelum dan Setelah Pergantian Manajemen Puncak (Studi Empiris pada BUMN Indonesia) DL Name: Lampung University Library dot   Indikasi Manajemen Laba Sebelum dan Setelah Pergantian Manajemen Puncak (Studi Empiris pada BUMN Indonesia)
PublisherID: LAPTUNILAPP
Organization: Lampung University
Contact: Perpustakaan Universitas Lampung
Address: Jl.Prof. Dr. Soemantri Brojonegoro No. 1
City: Bandar Lampung
Region: Lampung
Country: Indonesia
Phone: 62-721-706352
Fax: 62-721-706351
Admin Email: dedi[at]unila.ac.id
CKO Email: library[at]unila.ac.id
box relation bottom   Indikasi Manajemen Laba Sebelum dan Setelah Pergantian Manajemen Puncak (Studi Empiris pada BUMN Indonesia)

Comments (0)

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline