Ekonomi

ANALISIS PERBANDINGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PNS COMMUTER DAN PNS NON COMMUTER PADA SEKRETARIAT PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT

Abstrak ANALISIS PERBANDINGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PNS COMMUTER DAN PNS NON COMMUTER PADA SEKRETARIAT PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT Oleh Gustian Afriza Sumber Daya Manusia (pegawai) merupakan unsur yang strategis dalam menentukan sehat tidaknya suatu organisasi. Pengembangan SDM yang terencana dan berkelanjutan karenanya merupakan kebutuhan yang mutlak terutama untuk masa depan organisasi. Manajemen Sumber [...]

Continue Reading

Ekonomi

PENGARUH TRAINING EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) TERHADAP MOTIF BERPRESTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) LAMPUNG

ABSTRAK PENGARUH TRAINING EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) TERHADAP MOTIF BERPRESTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) LAMPUNG O l e h KASMARI Salah satu indikator baik tidakya organisasi adalah tercapainya tujuan dari organisasi sesuai dengan apa yang telah dicanangkan para pengelolanya. Proses pencapaian tujuan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, [...]

Continue Reading

Ekonomi

ANALISIS PROFITABILITAS PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO) PERIODE 1997 – 2006

ABSTRAK ANALISIS PROFITABILITAS PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO) PERIODE 1997 – 2006 Oleh Suhari PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) untuk masa yang akan datang menghadapi tantangan yang berat dalam meningkatkan laba perusahaan (profitabilitas) karena keterbatasan mengembangkan luasan areal, sedangkan biaya tenaga kerja, tarif angkutan bahan baku dan [...]

Continue Reading

Ekonomi

PENGARUH TINGKAT KUALITAS LAYANAN TERHADAP REKUENSI TRANSAKSI NASABAH TABUNGAN MANDIRI PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. CABANG PRINGSEWU

ABSTRAK PENGARUH TINGKAT KUALITAS LAYANAN TERHADAP REKUENSI TRANSAKSI NASABAH TABUNGAN MANDIRI PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. CABANG PRINGSEWU Oleh MUHAMMAD YUSUF Pada tanggal 2 Oktober 1998 didirikan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang merupakan merger dari beberapa bank pemerintah antara lain Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor dan Import [...]

Continue Reading

Ekonomi

PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SUMMIT OTO FINANCE DI CABANG LAMPUNG

ABSTRAK PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SUMMIT OTO FINANCE DI CABANG LAMPUNG Oleh Innayah Rokhimah Setiap perusahaan didirikan memiliki tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut harus didukung beberapa faktor. Salah satunya adalah kinerja dari karyawan perusahaan tersebut dalam mencapai produktivitas yang telah ditetapkan perusahaan. Kinerja seorang karyawan [...]

Continue Reading

Ekonomi

ANALISIS PERBANDINGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PNS COMMUTER DAN PNS NON COMMUTER PADA SEKRETARIAT PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT

Posted on 17 July 2009

Abstrak

ANALISIS PERBANDINGAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PNS COMMUTER DAN PNS NON COMMUTER PADA SEKRETARIAT PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT

Oleh

Gustian Afriza

Sumber Daya Manusia (pegawai) merupakan unsur yang strategis dalam menentukan sehat tidaknya suatu organisasi. Pengembangan SDM yang terencana dan berkelanjutan karenanya merupakan kebutuhan yang mutlak terutama untuk masa depan organisasi.

Manajemen Sumber Daya Manusia di sektor publik berusaha mengungkap manusia sebagai sumber daya seutuhnya dalam konsepsi pembangunan bangsa. Tantangan utamanya adalah bagaimana mengelola sumberdaya manusia yang ada dalam organisasi yang efektif dan mengahapuskan praktek yang tidak efektif.

Dalam kondisi lingkungan tersebut, manajemen dituntut untuk mengembangkan cara baru untuk mempertahankan pegawai pada produktifitas tinggi serta mengembangkan potensinya agar memberikan kontribusi maksimal pada organisasi.

Masalah sumber daya manusia yang kelihatannya hanya merupakan masalah intern dari suatu organisasi sesungguhnya mempunyai hubungan yang erat dengan masyarakat luas sebagai pelayan publik yang diukur dari kinerja.

Sejak berdirinya Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tahun 1991 sampai dengan saat ini, PNS Commuter merupakan fenomena yang terjadi dan sulit untuk dihindari. Pola commuter menimbulkan masalah tingginya tingkat absensi, sering terlambat masuk kerja, gangguan kesehatan dan lain sebagainya yang akhirnya dapat menimbulkan penurunan kinerja PNS.

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbandingan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja PNS Commuter dan kinerja PNS Non Commuter pada Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Faktor-faktor tersebut meliputi Faktor Personal, Kepemimpinan, Tim, Sistem dan Kontekstual yang dikelompokkan menjadi 3 kategori yaitu kinerja baik, kinerja cukup baik dan kinerja kurang baik.

Hipotesis pada penelitian ini ialah “Terdapat perbedaan hasil penilaian faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja antara PNS Commuter dan PNS Non Commuter pada Sekretariat Kabupaten Lampung Barat ” yang selanjutnya dipilih sampel sebanyak 49 orang responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 14 orang PNS Commuter dan 35 orang PNS Non Commuter.

Hasil uji t menunjukkan bahwa PNS Non Commuter mempunyai kinerja yang lebih baik jika dibandingkan dengan PNS Commuter di Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Faktor yang paling berpengaruh pada kinerja PNS Commuter adalah Faktor Personal dan Faktor Kontekstual. Pada Faktor Personal sangat dipengaruhi oleh kemampuan individu dalam melaksanakan tanggung jawab dan menyelesaikan tugas dengan baik. Pada Faktor Kontekstual, hal yang paling dominan dirasakan PNS Commuter adalah bahwa mereka memiliki tempat bekerja yang jauh dari tempat domisili sehingga kewajiban untuk dapat hadir tepat waktu sering menghadapi kendala.

Adapun faktor yang paling berpengaruh pada kinerja PNS Non Commuter adalah Faktor Kontekstual dan Faktor Kepemimpinan, dimana Faktor Kontekstual dipengaruhi oleh faktor internal yang terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, misalnya : perubahan lingkungan kerja, mutasi jabatan, ketersediaan fasilitas kerja dan pengaruh pola kerja yang berjalan di organisasi. Pada Faktor Kepemimpinan sangat dipengaruhi oleh dukungan atasan terhadap bawahan, misalnya dengan memberikan kebebasan untuk berinisiatif dan melibatkan seluruh sumber daya manusia dalam proses pengambilan keputusan.

Download PDF icon 30x30 ANALISIS PERBANDINGAN FAKTOR FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI KINERJA  PNS COMMUTER DAN  PNS NON COMMUTER PADA SEKRETARIAT PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT word icon30x30 ANALISIS PERBANDINGAN FAKTOR FAKTOR  YANG MEMPENGARUHI KINERJA  PNS COMMUTER DAN  PNS NON COMMUTER PADA SEKRETARIAT PEMERINTAH KABUPATEN LAMPUNG BARAT

Comments (0)

Ekonomi

PENGARUH TRAINING EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) TERHADAP MOTIF BERPRESTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) LAMPUNG

Posted on 17 July 2009

ABSTRAK

PENGARUH TRAINING EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) TERHADAP MOTIF BERPRESTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) LAMPUNG

O l e h

KASMARI

Salah satu indikator baik tidakya organisasi adalah tercapainya tujuan dari organisasi sesuai dengan apa yang telah dicanangkan para pengelolanya. Proses pencapaian tujuan tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor sumber daya manusia yang ada dalam organisasi.

Sebagai organisasi publik, LPMP Lampung melakukan upaya untuk meningkatkan prestasi kerja pegawainya, diantaranya dengan penyelenggaraan program-program IHT (In House Training) pengembangan staff, salah satunya adalah IHT Emotional And Spitritual Quotient (ESQ), tujuannya untuk meningkatkan kualitas kerja sumber daya manusia yang ada dalam organisasi.

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh training ESQ terhadap motif berprestasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Lampung.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilaksanakan di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Lampung dengan jumlah sampel sebanyak 46 orang. Pengumpulan datanya dilakukan dengan metode kuesioner, wawancara dan dokumentasi. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan Regresi Logistik Binari.

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa variabel Training ESQ berpengaruh positif terhadap motif berprestasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada Lembaga Penajaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Lampung. Hal ini ditunjukkan oleh koefisien regresi variabel tersebut yang bernilai positif yakni 0,290.

Selain itu juga diperoleh hasil analisis besarnya koefisien diterminasi R2=0,2165, artinya training ESQ memiliki konstribusi 21,65 % terhadap motif berprestasi pegawai, sedangkan sisanya 78,35 % ditentukan oleh faktor lain.

Faktor kualitas sumber daya manusia sangat dominan untuk menentukan tercapai tidaknya tujuan organisasi, sehingga terkait dengan penelitian tentang pengaruh training ESQ terhadap PNS di LPMP Lampung, maka disarankan agar pimpinan lembaga melakukan pembinaan terhadap para alumni training ESQ secara berkesinambungan dan memberikan kesempatan training ESQ kepada pegawai yang belum mengikuti training, kepada para pegawai alumni training ESQ hendaknya konsisten terhadap prinsip-prinsip yang telah dijabarkan selama mengikuti training, sehingga tujuh nilai dasar dalam ESQ dapat terlaksana.

Download PDF icon 30x30 PENGARUH TRAINING EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) TERHADAP MOTIF BERPRESTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) LAMPUNG word icon30x30 PENGARUH TRAINING EMOTIONAL AND SPIRITUAL QUOTIENT (ESQ) TERHADAP MOTIF BERPRESTASI PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) PADA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) LAMPUNG

Comments (0)

Ekonomi

ANALISIS PROFITABILITAS PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO) PERIODE 1997 – 2006

Posted on 17 July 2009

ABSTRAK

ANALISIS PROFITABILITAS PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO) PERIODE 1997 – 2006

Oleh

Suhari

PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) untuk masa yang akan datang menghadapi tantangan yang berat dalam meningkatkan laba perusahaan (profitabilitas) karena keterbatasan mengembangkan luasan areal, sedangkan biaya tenaga kerja, tarif angkutan bahan baku dan produksi, bahan bakar minyak, listrik dan beban usaha lainnya mengalami peningkatan, sedangkan harga jual komoditas ditentukan oleh pasar. Untuk menjadi perusahaan yang besar dan berkemampulabaan yang berkelanjutan (sustainable) sesuai dengan tujuan PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) maka kinerja perusahaan harus selalu pada posisi baik atau laba perusahaan semakin meningkat.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan, yaitu menganalisis pengaruh DER (debt to equity ratio), ITO (inventory turnover ratio), dan CRR (current ratio) terhadap Profitabilitas pada NPM (net profit margin), ROE (return on equity), ROI (return on invesment), dan pengaruh Equity, Long-term Debt dan Harga Pokok Penjualan terhadap Profitabilitas pada Net Income, serta menganalisis proyeksi NPM (net profit margin), proyeksi ROE (return on equity), proyeksi ROI (return on investment), proyeksi NI (net income), proyeksi PJ (Penjualan), dan proyeksi HP (Harga Pokok Penjualan) untuk lima tahun kedepan. Oleh karena itu penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul : “ANALISIS PROFITABILITAS PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO) PERIODE 1997 – 2006”.

Objek penelitian adalah perusahaan PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) dengan ruang lingkup penelitian data Neraca dan Laporan Laba- Rugi selama 10 tahun yaitu 1997 sampai dengan 2006. Metode penelitian dengan pendekatan kepustakaan (library research) dan penelitian lapangan (field research).

Hipotesis dalam penelitian ini adalah DER, ITO, CRR berpengaruh terhadap profitabilitas pada NPM, ROE, ROI dan EQ, LD, HP berpengaruh terhadap NI, serta Proyeksi NPM, ROE, ROI, PJ, HP, NI pada lima tahun yang akan datang semakin meningkat.

Suhari

Hasil penelitian menunjukkan kinerja keuangan sampai dengan tahun 2006 bahwa pergerakan tingkat total score semakin baik dengan rasio-rasio keuangan cenderung meningkat diatas standard BUMN tetapi hanya rasio ROI dari tahun 1997 – 2006 berada dibawah standard BUMN.

Tingkat pengaruh DER, ITO, CRR terhadap profitabilitas NPM diperoleh hasil perhitungan yaitu secara parsial berdasarkan hasil uji t untuk variabel DER diperoleh nilai t [6; 0,025] = – 3,129 < t [(n-k-1); α/2] = – 2,447 maka Ho ditolak yang berarti DER berpengaruh terhadap NPM, untuk variabel ITO diperoleh nilai t [6; 0,025] = 3,013 > t [(n-k-1); α/2] = 2,447 maka Ho ditolak yang berarti ITO berpengaruh terhadap NPM, untuk variabel CRR diperoleh nilai t [6; 0,025] = 3,395 > t [(n-k-1); α/2] = 2,447 maka Ho ditolak yang berarti CRR berpengaruh terhadap NPM. Tingkat pengaruh DER, ITO, CRR terhadap profitabilitas ROE diperoleh hasil perhitungan yaitu secara parsial berdasarkan hasil uji t untuk variabel DER diperoleh nilai t [6; 0,025] = – 1,690 < t [(n-k-1); α/2] = – 2,447 maka Ho diterima yang berarti DER tidak berpengaruh terhadap ROE, untuk variabel ITO diperoleh nilai t [6; 0,025] = 3,883 > t [(n-k-1); α/2] = 2,447 maka Ho ditolak yang berarti ITO berpengaruh terhadap ROE, untuk variabel CRR diperoleh nilai t [6; 0,025] = 6,356 > t [(n-k-1); α/2] = 2,447 maka Ho ditolak yang berarti CRR berpengaruh terhadap ROE. Tingkat pengaruh DER, ITO, CRR terhadap profitabilitas ROI diperoleh hasil perhitungan yaitu secara parsial berdasarkan hasil uji t untuk variabel DER diperoleh nilai t [6; 0,025] = – 5,006 < t [(n-k-1); α/2] = – 2,447 maka Ho ditolak yang berarti DER berpengaruh terhadap ROI, untuk variabel ITO diperoleh nilai t [6; 0,025] = 5,174 > t [(n-k-1); α/2] = 2,447 maka Ho ditolak yang berarti ITO berpengaruh terhadap ROI, untuk variabel CRR diperoleh nilai t [6; 0,025] = 7,136 > t [(n-k-1); α/2] = 2,447 maka Ho ditolak yang berarti CRR berpengaruh terhadap ROI.

Tingkat pengaruh EQ, LD, HP terhadap profitabilitas NI diperoleh hasil perhitungan yaitu secara parsial berdasarkan hasil uji t untuk variabel EQ diperoleh nilai t [6; 0,025] = 4,472 > t [(n-k-1); α/2] = 2,447 maka Ho ditolak yang berarti EQ berpengaruh terhadap NI, untuk variabel LD diperoleh nilai t [6; 0,025] = 3,561 > t [(n-k-1); α/2] = 2,447 maka Ho ditolak yang berarti LD berpengaruh terhadap NI, untuk variabel HP diperoleh nilai t [6; 0,025] = – 3,694 < t [(n-k-1); α/2] = – 2,447 maka Ho ditolak yang berarti HP berpengaruh terhadap NI.

Profitabilitas PT Perkebunan Nusantara VII (Persero) untuk tahun 2007 – 2011 cenderung meningkat dengan rata-rata perkembangan yaitu proyeksi NPM sebesar 14,2 %, proyeksi ROE sebesar 15,00 %, proyeksi sebesar 14,54 % dan proyeksi penjualan sebesar 10,19 %, proyeksi harga pokok penjualan (HPP) sebesar 9,18 %, proyeksi proyeksi net income (NI) sebesar 15,66 % dengan asumsi faktor-faktor lain tetap.

Download PDF icon 30x30 ANALISIS PROFITABILITAS PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO) PERIODE 1997   2006 word icon30x30 ANALISIS PROFITABILITAS PT PERKEBUNAN NUSANTARA VII (PERSERO) PERIODE 1997   2006

Comments (0)

Ekonomi

PENGARUH TINGKAT KUALITAS LAYANAN TERHADAP REKUENSI TRANSAKSI NASABAH TABUNGAN MANDIRI PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. CABANG PRINGSEWU

Posted on 17 July 2009

ABSTRAK

PENGARUH TINGKAT KUALITAS LAYANAN TERHADAP REKUENSI TRANSAKSI NASABAH TABUNGAN MANDIRI PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. CABANG PRINGSEWU

Oleh

MUHAMMAD YUSUF

Pada tanggal 2 Oktober 1998 didirikan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. yang merupakan merger dari beberapa bank pemerintah antara lain Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor dan Import Indonesia (BEII), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo), dan ini merupakan merger terbesar dalam sejarah perbankan di Indonesia.

Dalam kegiatan operasionalnya Bank Mandiri memiliki strategic roadmap dengan aspirasi menjadi Dominant Multi Specialist Bank dan menjadi Regional Champions Bank, maka pelayanan kepada nasabah perlu terus ditingkatkan dengan melengkapi jenis produk sesuai kebutuhan nasabah, serta melakukan service dan promosi untuk meningkatkan brand awareness Bank Mandiri di mata nasabah sehingga semakin memiliki kemampuan bersaing dengan kompetitor. Pemasaran produk pendanaan (funding product) disadari lebih sulit dan ketat jika dibandingkan dengan produk-produk perbankan lainnya karena kondisi persaingan masing-masing bank untuk menarik simpati dan kepercayaan dari masyarakat. Berdasarkan hal tersebut penulis merumuskan permasalahan “Apakah kualitas layanan berpengaruh terhadap frekuensi transaksi nasabah Tabungan Mandiri serta bagaimana pengaruh variabel kepuasan konsumen yang dicerminkan dari indikator kualitas layanan jasa (reliability, responsiveness, confidence, emphaty dan tangible) terhadap frekuensi transaksi pada Bank Mandiri Cabang Pringsewu?”

Metode penelitian yang dilakukan dengan metode survey menggunakan kuesioner kepada penabung Bank Mandiri Cabang Pringsewu. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 96 responden yang mewakili nasabah Tabungan Mandiri secara proporsional dari 2.730 nasabah Tabungan Mandiri. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan cara stratifikasi (Stratified Random Sampling). Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi binary logistic.

Hasil penelitian diperoleh bahwa dari lima variabel kualitas layanan jasa yang ditanyakan kepada responden dapat disimpulkan bahwa empat variabel yaitu kehandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), keyakinan (confidence) dan berwujud (tangible) mempunyai pengaruh yang signifikan secara parsial terhadap frekuensi transaksi, sedangkan variabel kepedulian (emphaty) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap frekuensi transaksi serta dari hasil penelitian tersebut juga menunjukkan variabel kualitas layanan sebagai variabel bebas hanya mampu menjelaskan 44,8% terhadap frekuensi transaksi sebagai variabel terikat sedangkan sisanya 55,2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.

Pihak manajemen Bank Mandiri khususnya Cabang Pringsewu perlu meningkatkan kinerja dari aspek-aspek kualitas layanan jasa yang mempengaruhi frekuensi transaksi nasabah disamping juga mengkaji kembali aspek-aspek kualitas layanan jasa yang tidak mempengaruhi frekuensi transaksi. Upaya mewujudkan peningkatan frekuensi transaksi nasabah memang bukan suatu hal yang mudah, namun upaya perbaikan atau penyempurnaan kualitas layanan dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor reliability, responsiveness, confidence, emphaty dan tangible.

Download PDF icon 30x30 PENGARUH TINGKAT KUALITAS LAYANAN TERHADAP REKUENSI TRANSAKSI NASABAH TABUNGAN MANDIRI PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. CABANG PRINGSEWU word icon30x30 PENGARUH TINGKAT KUALITAS LAYANAN TERHADAP REKUENSI TRANSAKSI NASABAH TABUNGAN MANDIRI PADA PT BANK MANDIRI (PERSERO) TBK. CABANG PRINGSEWU

Comments (0)

Ekonomi

PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SUMMIT OTO FINANCE DI CABANG LAMPUNG

Posted on 17 July 2009

ABSTRAK

PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT. SUMMIT OTO FINANCE DI CABANG LAMPUNG

Oleh

Innayah Rokhimah

Setiap perusahaan didirikan memiliki tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut harus didukung beberapa faktor. Salah satunya adalah kinerja dari karyawan perusahaan tersebut dalam mencapai produktivitas yang telah ditetapkan perusahaan. Kinerja seorang karyawan dipengaruhi oleh beberapa variabel dimana salah satunya adalah motivasi dan kemampuan. Untuk itu penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh motivasi dan kemampuan karyawan terhadap kinerja.

Terkait dengan hal diatas, maka hipotesis yang diajukan adalah kinerja karyawan dipengaruhi secara positif oleh variabel motivasi dan kemampuan kerja karyawan. Penelitian dilakukan pada karyawan PT. Summit Oto Finance cabang Lampung dengan jumlah populasi seluruh karyawan karena jumlah karyawan hanya 55 orang.

Metode yang digunakan adalah metode deskriptif, metode historis, metode komparatif, dan metode dokumentasi. Sedangkan teknik statistik untuk menganalisis data yang diperoleh yang dipakai adalah regresi dan korelasi.

Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif antara motivasi (X1) terhadap kinerja (Y) sebesar 0,489 dan koefisien korelasi sebesar 0,904 pada taraf signifikansi 5%. Dan pada variabel kemampuan (X2) tidak berpengaruh terhadap kinerja (Y), sehingga diperoleh persamaan regresi yaitu :

Y = -9.269 + 0.489 (X1) + 0.042 (X2)

Dari hasil penelitian juga dapat disimpulkan bahwa diantara dua variabel yang diteliti, variabel motivasi merupakan variabel yang mempengaruhi kinerja seseorang dan kemampuan tidak mempengaruhi kinerja seseorang.

Hasil penelitian ini diharapkan berguna untuk semua pihak terutama manajemen untuk dapat lebih meningkatkan dan memelihara motivasi para karyawan agar kinerja karyawan dapat terjaga dan terus meningkat seiring dengan kemajuan dan tujuan perusahaan.

Download PDF icon 30x30 PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.  SUMMIT OTO FINANCE DI CABANG  LAMPUNG word icon30x30 PENGARUH KEMAMPUAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT.  SUMMIT OTO FINANCE DI CABANG  LAMPUNG

Comments (1)

Ekonomi

ANALISIS KINERJA KEUANGAN TERHADAP EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN LAPORAN KEUANGAN PT. ASTRA INTERNATIONAL TBK

Posted on 17 July 2009

ANALISIS KINERJA KEUANGAN TERHADAP EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN LAPORAN KEUANGAN PT. ASTRA INTERNATIONAL TBK

OLEH :
YUDI MASYUDIANTO
NPM 0021011057

Latar Belakang


• Analisis laporan keuangan melibatkan penggunaan berbagai laporan keuangan meliputi neraca, laporan laba rugi dan laporan arus kas
• Tujuan perusahaan : meningkatkan nilai perusahaan terutama bagi pemegang saham
• Analisis terhadap laporan keuangan berguna bagi pihak intern maupun extern untuk melihat perkembangan keuangan
• Analisis data finansial dari tahun ke tahun dapat mengetahui kelemahan dari perusahaan serta hasilnya yang telah dianggap cukup baik untuk perencanaan
• Perencanaan yang baik selalu dikaitkan dengan keadaan, kekuatan dan kelemahan perusahaan
• Rasio keuangan untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan kinerja perusahaan
• Tahun 1997-2006 setelah krisis apakah Perseroan berhasil melakukan restrukturisasi keuangan dan reorganisasi usaha, serta kinerja sumber daya dan system bisnis secara terpadu?
• Lokasi penelitian : PT. Astra International Tbk berdiri tahun 1957, adalah : perusahaan publik yang memiliki enam bidang usaha (Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat, Agribisnis, Teknologi informasi, dan Infrastruktur) terdaftar di BEJ Jakarta dan Surabaya sejak tahun 1990, dengan nilai kapitalisasi pasar saham perseroan per 31 Desember 2006 sekitar Rp 63,9 triliun atau USD 7,1 miliar, karyawan 120.000 orang, 130 anak perusahaan dan afiliasi. Komposisi kepemilikan saham Astra : Jardine Cycle & Carriage Limited (50,11%), others (each ownership less than 5%) (49,89%).

Download PDF icon 30x30 ANALISIS KINERJA KEUANGAN TERHADAP EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN LAPORAN KEUANGAN PT. ASTRA INTERNATIONAL TBK word icon30x30 ANALISIS KINERJA KEUANGAN TERHADAP EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PENGELOLAAN LAPORAN KEUANGAN PT. ASTRA INTERNATIONAL TBK

Comments (0)

SEE MORE ARTICLES IN THE ARCHIVE

SEO Powered by Platinum SEO from Techblissonline